Kisah Pernikahan Ala Siti Nurbaya

Kisah Pernikahan Ala Siti Nurbaya

Diakah jodohku?

Kisahidup.com – cinta sejati berasal dari hati ke hati dengan berusaha saling melengkapi meskipun mengetahui keburukan masing-masing. Dalam hubungan yang romantis, semua harus didasari dengan rasa cinta dan hal itu harus saling berlaku dua arah. Jika hanya sebelah pihak, maka bukanlah dinamakan sebagai hubungan percintaan. Hanya cinta yang bertepuk sebelah tangan.
Namun dewasa ini saya baru mengetahui jika cinta hanya sebelah pihak bisa melahirkan pernikahan didalamnya. Bukan didasari cinta keduanya, hanya masalah tuntutan duniawi yang menjadi landasannya. Menurutku sebuah pernikahan adalah tujuan akhir dari kisah cinta dua insan yang saling mencintai dimana mereka ingin saling memiliki dan masa akhir dari kesendirian. Namun awal dari perjalanan pasangan suami istri dalam mengarumi lautan kehidupan rumah tangga.


Apa Itu Cinta Sejati?

Baru-baru ini saya mendapat undangan pernikahan dari teman sekolah dulu. Dimana hal itu sekaligus menjadi reunian bagi kami. Tak kusangka, jika salah satu gadis cantik dulu dikelasku kini sudah duduk dipelaminan bersama seorang pria yang sudah berumur. Mohon maaf, bukannya cemburu atau merasa jika dunia ini tak adil. Namun aku tak pernah berpikir jika hal tersebut terjadi kepada orang dekat atau temanku. Hal inilah yang menjadi perbincangan kami pada saat jamuan makan.
Entahlah, aku tak tau hubungan seperti apa yang pernah mereka jalani. Saya juga tak bisa men-judge atau menilai orang dari luarnya. Namun terdengar rumor dari temanku jika ia secara terpaksa menikahi pria tersebut karena tuntutan dari orang tua. Hal ini masih simpang siur dimana saya tak tau apakah berita tersebut benar adanya. Hal tersebut sah-sah saja terjadi karena tak ada larangan dalam undang undang pernikahan di indonesia.
Baca Juga >>> Menemukan Cinta Sejati

Namun ternyata dijaman serba canggih ini, pernikahan ala siti nurbaya masih banyak terjadi. Pernikahan karena paksaan orang tua pada anaknya. Mungkin maksud dari orang tuanya baik karena ingin anaknya ada yang membiayai hidupnya dan mungkin juga karena ingin segera menggendong cucu.
Orang tua pasti ingin yang terbaik untuk anaknya, tapi sebagai anak, kita berhak untuk memilih sesorang yang akan menemani hingga masa tua nanti. Karena kitalah yang akan merasakan bagaimana perubahan sikap dari pasangan nanti dimana rumah tangga yang menjadi taruhannya.
Apalagi jika bukan cinta yang mendasari keduanya, hubungan akan mudah tergoyah dengan segala godaan. Ketika perbedaan pendapat muncul, segala ucapan akan keluar hingga tak sadar melukai pasangan. Jika mereka mempunyai momen romantis dimana cinta keduanya tumbuh mekar, maka mereka akan berpikir ribuan kali untuk memutuskan dalam mengakhiri rumah tangga. Lain halnya jika cinta yang tumbuh hanya sebelah pihak, dimana hanya ada luka yang sulit untuk diobati.

Lain halnya jika mereka telah dikaruniai seorang anak, sedikit demi sedikit cinta akan mulai muncul. Anak jugalah yang akan menjadi tali pengikat kasih mereka. Banyak kasus pembatalan gugatan perceraian dikarenakan hal tersebut dapat mengancam masa depan sang anak. Maka dari itu anak lah jembatan antara pasangan yang mulai bosan dengan hubungannya.


Pernikahan Dalam Islam

Pada dasarnya banyak yang berpikir jika nanti ketika sudah menikah, cinta akan datang sendirinya. Namun terkadang perasaan tak bisa dipaksakan. Lain halnya jika keduanya memiliki keimanan yang cukup kuat dimana pasangan tersebut sangat mencintai Tuhan Yang Maha Esa. Dan menganggap jika pasangannya ialah landasan untuk menyempurnakan imannya kepada Tuhan. Hal tersebut akan membuat cinta tumbuh subur untuk keduanya.
Jika terdapat perbedaan pendapat, mereka memiliki pedoman yang sama. Segala godaan bisa teratasi dengan kesabaran, doa dan usaha untuk menyelesaikannya.

Maaf jika ada pendapatku yang salah atau kurang berkenan, saya hanya seorang jomblo yang ingin menyampaikan pendapat dan berdiskusi mengenai hal penting bahkan sakral seperti pernikahan. Memang jodoh tak ada yang mengetahui, apakah dia jodohku? Atau hanya seseorang yang pernah singgah lalu pergi lagi. Namun setidaknya kita dapat memilih seseorang yang layak untuk mendapatkan kasih dan sayang yang kita miliki seluruhnya.
Yap, cukup sekian pendapat saya mengenai pernikahan dan cinta didalamnya, saya akhiri artikel tentang “Kisah Pernikahan Ala Siti Nurbaya”, semoga dapat bermanfaat atau setidaknya menjadi bacaan ringan untuk kalian. See you on next article...

Loading...
Previous
Next Post »
Terima Kasih Atas Komentarnya