Aku Tenggelam Dalam Rindu Ayah

Rindu Ayah

Aku Tenggelam Dalam Rindu Ayah

kisaHidup.com - Seperti yang orang-orang katakan bahwa rindu itu sangatlah berat, hanya beberapa orang saja yang mampu menahan kejamnya rindu. Perasaan merindu hadir karena seringkali adanya jarak yang memisahkan, sehingga sulit untuk menjalin suatu komunikasi. Begitupun seperti kisah rinduku dengan ayah. Lelaki hebat yang Tuhan ciptakan untuk menjadi pahlawan bagiku. Kepala keluarga hebat yang menjadi panutan sekaligus teman curhatku. Hujaman rindu ayah dalam hati kian menusuk ke dalam hati disaat ia tak berada disisiku untuk mendengar keluh kesah yang kualami sepanjang hari.


Sosok Ayah yang Kurindukan Selalu


Sedikit berbagi cerita sedih tentang ayah. Beberapa tahun yang lalu saat waktu berpihak padaku dan ayah tentunya, setiap hariku selalu dihiasi perasaan senang dan ceria. Sosok ayah bagiku bukan hanya seorang pahlawan saja, namun dia adalah sosok malaikat yang senantiasa melindungiku dari kejamnya dunia. Tapi saat ini, diriku jatuh dalam rasa rindu ayah. Ketika teman-temanku menceritakan kisah bahagia mereka dengan hadirnya sosok ayah kepadaku, hatiku dihujam rasa nyeri yang begitu dalam.
Hari itu dimana aku mendapat kabar mengenai kepergianmu, wajahku merasa tertampar, hatiku tercabik bagai daging dikerumuni binatang buas. Senyum yang dahulu menghiasi wajahku setiap harinya, kini hilang entah kemana. Setiap detiknya aku hanya merindu ayah, ingin sosok mu datang kembali membawa kebahagiaan yang begitu kudambakan. Namun kini aku rapuh tanpamu, aku hampa ditelan asa.

Memoriku terhenti tepat dalam kenangan bersama ayah. Seseorang yang pernah berjanji untuk selalu menjagaku, seseorang yang pernah berjanji untuk selalu bersamaku, seseorang yang telah berjanji untuk menjadi suri tauladanku. Ayah, kini yang ku tahu hanya dalam mimpi aku dapat bertemu denganmu, ku hiasi mimpi dengan memori tentangmu. Hujaman di hatiku ini kian menusuk, aku tak mampu menahan rindu padamu ayah, sosok yang paling berharga bagiku.
Ketika aku baru lahir ke dunia, aku tak bisa berbuat apa-apa, suara yang pertama ku dengar adalah suara mu yang saat itu mengkumandangkan adzan ditelingaku. Rindu ayah, itu kalimat yang selalu aku ucapkan dalam rintihan doa ku pada Tuhan. Ketika Tuhan telah menggariskan kepergianmu, sampai saat ini juga aku tidak menyangka dan tak sanggup untuk melihat kenyataan. Mengapa Tuhan setega itu denganku.

Suaramu seolah kian membisikkanku setiap detiknya, aku berteriak pada kenyataan, hingga saat ini pun masih tak menyangka akan garis yang Tuhan takdirkan. Kehilanganmu itu membuatku tidak dapat memahami arti hidup yang sesungguhnya ayah. Memori selama hidupmu selalu terngiang dalam ingatan. Beberapa tahun yang lalu dirimu mengajariku untuk terus semangat mewujudkan mimpiku, engkau terus mendukungku, memapahku hingga aku yakin dengan keberhasilan mimpi yang akan ku gapai.
Rindu ayah, hal itu yang selalu membuat hatiku selalu rapuh, melihat bendera kuning di halaman rumah itu sungguh membuatku tak yakin lagi dengan kenyataan yang ada. Ibu dan adikku pun begitu pula sama rapuhnya denganku. Sosokmu tak akan bisa tergantikan oleh siapapun itu, dirimu terlalu sempurna bagiku. Melihatmu terluka saja rasanya aku tidak sanggup, dan ketika aku harus melihatmu terbungkus dengan kain putih yang menyelimuti seluruh tubuhmu pikiranku kacau.

Namun ada saat dimana sosok bayangmu hadir dalam mimpiku, engkau mengatakan padaku bahwa ayah akan selalu ada dalam  hidupku. Menemaniku, mengawal setiap langkahku, dan turut memapahku untuk mewujudkan semua mimpiku. Ayah ingatkah engkau saat aku masih kecil, engkau memapahku untuk belajar jalan, walau sebenarnya engkau terlihat lelah karena habis bekerja seharian. Namun engkau selalu menyempatkan untuk memapahku agar aku bisa berjalan.
Rindu saat dimana engkau selalu berada di sisiku, menemani setiap langkahku. Mendengarkan semua keluh kesahku. Hari ini yang kurasa hanya merindu tanpa ada kepastian. Mungkin alam yang memisahkan kita, kamu berada di alam yang sudah tenang disana, bersama penghuni syurga lainnya, menikmati karunia Tuhan yang tiada tara, ayah pintaku hanya satu.
Buatlah hatiku yakin bahwa disana engkau akan selalu menyayangiku seperti saat engkau masih berada di sampingku. Ayah, aku benar sangat rindu, tolong datang lagi dalam mimpi malamku. Beberapa bulan yang lalu saat ayah benar meninggalkan aku dan keluarga untuk selamanya, aku seolah tak memiliki arah dalam hidup, namun Tuhan meyakinkanku bahwa rindu ayah ini tidak boleh membuatku terjatuh terlalu dalam kesedihan yang larut. Bahwa masih banyak jalan yang harus ku tempuh bersama kedua orang yang ku sayangi, ibu dan adikku.

Aku berharap di alam sana ayah senang melihat keputusanku. Keputusan yang ku pilih agar tetap menjalani hidup dengan penuh keyakinan yang sungguh. Ayah seolah datang ke dalam mimpiku dan mengatakan padaku bahwa semuanya akan baik-baik saja sekalipun ayah sudah tidak berada nyata bersama kalian. Tuhan, aku sangat rindu ayah.
Namun tak henti-hentinya ayah memohon kepada Tuhan agar memberikan keluarga kecil ayah kekuatan dan perlindungan. Begitu kiranya yang ia sampaikan dalam mimpi malamku. Mulai dari saat itu aku bertekad harus kuat dan mampu menerima kenyataan, aku harus bangun dari mimpi buruk yang kian menyita waktuku. Ayah, kini ku yakin di alam sana engkau bahagia, karena setiap harinya aku selalu merintih pada Tuhan agar selalu memberikan hal yang terbaik untuk ayah.
Artikel dari : C.W.
Sekian artikel tentang “Aku Tenggelam Dalam Rindu Ayah” dengan uraian kata kata mengenang almarhum ayah yang telah meninggalkan keluarga kecilnya untuk tetap sabar, tabah dan kuat dalam menjalani hidup. Kematian itu adalah hal alamiah dan kita semua pasti akan mengalaminya. Memang sewajarnya berduka ketika kita ditinggal oleh seseorang dalam hidup ini. Namun jangan terlalu bersedih, jika kita tak merelakan kepergiannya maka sama saja kita menentang kehendak Tuhan karena sedihmu tak dapat mengembalikan apa yang menjadi hak milik Tuhan.
Previous
Next Post »
Terima Kasih Atas Komentarnya