Ibu adalah Sosok yang Tak Pernah Tergantikan

Ibu adalah Sosok yang Tak Pernah Tergantikan

Ibu adalah Sosok yang Tak Pernah Tergantikan

kisaHidup.com - Februari kerap diperingati sebagai bulan penuh cinta, entah itu cinta terhadap pasangan maupun kedua orangtua. Mengungkapkan cinta kepada pasangan mungkin terasa manis dilakukan pada hari valentine. Namun menunjukkan rasa cinta kepada kedua orangtua seyogyanya dilakukan setiap hari, selama kedua orangtua masih hidup. Orangtua menjadi pelabuhan cinta sejati anak-anak, terutama para ibu mereka.
Baca Juga >>> Menemukan Cinta Sejati


Kehebatan seorang ibu yang tak disadari

Bunda menjadi sosok paling dinantikan, disayang, serta dibutuhkan kehadirannya oleh setiap anak. Sosok tegar ini selalu ada dan menjadi garda terdepan untuk buah hatinya dalam situasi apapun. Mereka mampu membela serta menenangkan buah hatinya meskipun dunia tengah melawan. Seorang bunda tanpa lelah dan letih selalu mengusahakan yang terbaik untuk anak-anaknya.

Wanita mulia ini pulalah yang melahirkan dan mendidik anak-anaknya untuk menjadi pribadi yang berguna, baik bagi keluarga maupun orang-orang di sekitarnya. Anak tumbuh menjadi seorang pahlawan tak lepas dari peran seorang bunda. Tanpa campur tangannya, takkan mungkin lahir sosok pahlawan hebat yang dikenal oleh masyarakat luas. Inilah tanggungjawab besar bunda, tenaga pendidik bagi anak-anaknya.

Sebelum anak merasakan pendidikan formal di sekolah, anak akan mendapat pendidikan pertamanya dari seorang bunda. Kepribadiannya tak lepas dari pola asuh ibu yang melahirkannya, jika baik dalam pengajarannya maka baik pulalah prilaku anaknya. Meskipun sosok ayah dibutuhkan dalam sebuah keluarga, namun kehadiran bunda jauh lebih penting untuk sang anak karena sosok ayah yang lebih bertanggung jawab dalam menafkahi keluarganya. Anak takkan mungkin bisa mencecap indahnya ilmu bila bunda tak mengajarinya di usia dini.

Namun sadarkah kita kalau bunda ternyata telah berjuang mati-matian untuk membahagiakan serta membesarkan kita? Mungkin banyak dari kita yang masih meragukan cinta seorang bunda terhadap anak-anaknya. Seringkali kita abai dengan keberadaan serta kondisi mereka yang tak jarang berujung pada penyesalan. Sebelum semua itu terjadi, sebaiknya renungkan beberapa kehebatan bunda ini:

1.   Rela berkorban demi anak-anaknya

Kasih ibu sepanjang masa, kasih anak sepanjang jalan. Ungkapan ini rasanya cocok menggambarkan kasih sayang seorang ibu kepada anak-anaknya. Bunda rela melakukan apapun sampai titik darah penghabisan demi kebahagiaan buah hatinya. Tak jarang hal tersebut berisiko bagi kondisinya sendiri, bahkan mampu merenggut jiwa mereka.

Sosok tersebut mampu melakukan apapun untuk bisa memenuhi kebutuhan buah hatinya. Lihatlah, berapa banyak bunda di luar sana yang rela menahan lapar hanya untuk melihat anaknya kenyang. Tatkala uang di kantong tak cukup mengenyangkan perut-perut lapar mereka, ia relakan sesuap nasi untuk buah hatinya. Walaupun ia harus berbohong dan mengaku kenyang di hadapan anaknya.

2.   Bangun di awal waktu

Tak ada alarm yang paling efektif, kecuali sapaan hangat bunda di pagi hari. Anda mungkin sering kesal dibangunkan setiap pagi untuk memulai aktivitas oleh bunda. Tapi tahukah Anda bahwa cara tersebut merupakan bentuk kasih sayang beliau? Kebanyakan dari kita pasti tak pernah memikirkan hal tersebut dan seringkali berucap kasar karena menahan kesal.

Padahal seorang bunda rela bangun lebih pagi hanya untuk memastikan kita tidak terlambat ke sekolah atau kampus. Ia pun ikhlas menahan rasa kantuk yang melanda hanya untuk memastikan perut kita kenyang sebelum beraktivitas seharian. Bunda pulalah yang tak letih menyiapkan bekal agar kita tak sembarangan jajan di luar rumah. Inilah salah satu bentuk kasih sayang bunda yang terjadi setiap hari. Kita baru akan merasakan perbedaannya disaat bunda sudah tak bisa melakukannya lagi.

3.   Rela untuk tidak tidur saat anak sakit

Apa yang tak dilakukan wanita mulia ini untuk anak-anaknya? Tak ada. Saat kita sakit sekalipun, sosok mulia inilah yang rela menggadaikan istirahat malamnya hanya untuk merawat kita. Dengan sabar ia menemani kita yang sering terjaga saat menahan rasa sakit di tengah malam. Ia pulalah yang dengan riang memberi semangat dan menyabarkan kita saat rasa sakit melanda.

Ibu yang kerap disebut bunda ini tak lelah mengompres atau mengecek kondisi kita setiap waktu. Bunda tak tidur untuk memastikan kita bisa tidur nyenyak di tengah rasa sakit di sekujur tubuh. Bayangkan betapa lelahnya beliau merawat kita, meskipun harus mengenyampingkan kesehatannya sendiri bahkan rela sakit agar anaknya sembuh. Rasa letih rela ia buang jauh-jauh hanya demi buah hatinya seorang.

4.   Teman berbagi rasa

Pacar mungkin tak bisa mengerti keadaan kita, sahabat mungkin tak selalu ada, tapi bunda tidak demikian. Bunda selalu ada dan setia menemani kita dalam suka maupun duka, melewati segala masalah dalam hidup. Di tengah kondisi terpuruk sekalipun, sosok inilah yang dengan ikhlas menemani kita untuk bangkit. Tak banyak harapnya untuk kita, hanya untaian doa dan kata-kata penyemangat.

Seorang ibu menjelma menjadi pendengar yang baik di tengah keterpurukan buah hatinya. Ia pulalah yang menjadi orang terakhir mengetahui kebahagiaan Anda, ketika Anda disibukkan oleh dunia. Tapi tak pernah sekalipun kata-kata kekecewaan terlontar dari mulut indahnya, hanya doa dan doa. Itulah yang membuat sosok ini terlalu dan selalu istimewa untuk anak-anaknya, kita. Beliau pulalah sosok yang takkan pernah tergantikan.

Begitulah sosok wanita berhati malaikat yang menjaga, merawat dan mengajarkan kita untuk dapat mandiri dalam menghadapi dunia. Yang ia inginkan hanyalah melihat buah hatinya bisa sukses dalam mencapai cita-cita hidup dimana ia rela berkorban apapun demi anaknya. Kasih sayangnya yang besar tak bisa kita dapatkan dari orang lain. Bahkan pasangan hidup sekalipun.

Namun kita terkadang lupa akan hal itu. Pernah melukai hati lembutnya dengan perkataan atau tindakan yang kita lakukan. Dosa anak kepada ibunya. Perjuangan ibu yang mengandung kita selama 9 bulan dan merawat kita hingga menjadi dewasa tak pernah bisa kita balas. Ibu adalah pahlawan nyata di kehidupan kita, seharusnya kita bersyukur akan hal itu. Kita terlalu egois dan gengsi untuk berkata Terima Kasih atas segala perlakuannya dan meminta Maaf atas perlakuan kita kepadanya.

Sekian artikel tentang “Ibu adalah Sosok yang Tak Pernah Tergantikan , kurang lebihnya mohon dimaafkan. Semoga artikel ini bisa menyadarkan kita akan kasih sayang bunda yang selalu ada untuk kita agar tak ada penyesalan disaat beliau sudah tak ada disisi kita lagi. Terima kasih sudah mau membaca, see you on next article...

Loading...
Previous
Next Post »
Terima Kasih Atas Komentarnya