Kedudukan Wanita Dalam Islam

Kedudukan Wanita Dalam Islam

Kedudukan Wanita Dalam Islam

kisaHidup.com - Islam adalah agama yang mengatur segala aspek kehidupan manusia, mulai dari bangun tidur sampai tidur kembali, dari aktivitas yang bersifat privat sampai aktivitas publik. Dalam agama ini terdapat 2 pedoman yang harus senantiasa umatnya patuhi, yaitu Al-Quran dan Hadits. Keduanya ibarat kompas dalam kehidupan umat muslim. Lahirnya agama ini ke dunia agar senantiasa menyempurnakan akhlak manusia.
Itu mengapa aku memilih agama ini, terutama pada sudut pandang wanita dalam Islam, yang sangat menghargai sosok wanita. Apalagi wanita cenderung dengan sosok yang dikenal lemah, rapuh, hal itu memang di sudutkan pada wanita, karena memang wanita diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok. Hal yang wajar apabila seorang wanita merasa mudah menangis, tersakiti dan mudah rapuh. Namun aku paham sekarang ini bahwa Islam membuat ku lebih tenang dalam menghadapi semua permasalahan. 
Islam adalah agama yang senantiasa menghantarkan seseorang pada kebaikan, karena agama ini dipenuhi oleh kasih dan rahmat Allah SWT. Hal itu terlihat jelas ketika Islam belum lahir ke muka bumi dan orang-orang berada dalam kesesatan yang nyata. Pada zaman jahiliah, sungguh sangat menyakitkan bagi seorang wanita, mereka dianggap sebagai makhluk yang tidak pantas untuk hidup di dunia ini. Mereka makhluk kelas dua yang dianggap tidak setara dengan pria. Posisinya berada di bawah pria.


Sebagaimana Seharusnya, Wanita dalam Islam Sangat Dimuliakan


Wanita di lecehkan seenaknya saja, wanita diperlakukan seperti layaknya binatang kotor dan hina. Namun dahsyatnya agama Islam merubah kebodohan itu semua, sejak Islam muncul ke permukaan bumi sosok wanita tidak lagi diperlakukan secara tidak manusiawi, bahkan Islam sangat memuliakan seorang wanita. Bayangkan saja jika tidak ada wanita di dunia ini, apakah kita semua akan lahir menapaki dunia seperti sekarang ini? Tentunya tidak, itu semua berkat perjuangan wanita dan tentunya kekuasaan Sang Ilahi. Itulah yang dinamakan kesetaraan, tak akan ada lelaki jika tak ada perempuan, begitupun sebaliknya. Keberadaan lelaki dan wanita itu untuk saling melengkapi.
Kedatangan Islam dapat merubah pemikiran orang-orang jahiliah terhadap perlakuannya kepada wanita, hal ini menunjukkan bagaimana Islam menghargai dan memuliakan wanita. Dalam Al-Quran pun Allah Swt. berfirman bahwa sebelum datangnya Islam ke muka bumi, bayi yang berjenis kelamin wanita harus dikubur hidup-hidup, sebegitu hinanya kelahiran anak perempuan. Namun kedudukan wanita dalam Islam sangatlah berbeda, Islam menaikkan derajat wanita dan senantiasa memuliakannya.

Seringkali terbesit dalam benak, apakah wanita yang beragama Islam akan dengan mudah masuk ke dalam Surga, suatu tempat yang sangat didambakan oleh semua penduduk bumi dan langit. Tentunya Islam menjawab hal ini, peran seorang wanita sangatlah penting dan mulia apabila wanita tersebut senantiasa tunduk pada perintah Allah SWT dan Rasulullah SAW serta menjauhkan larangan-Nya. Maka Allah Swt. telah menjanjikan surga untuk wanita tersebut.
Terlebih jika kedudukan wanita itu sudah berperan sebagai Ibu, dalam suatu riwayat disebutkan bahwa Rasulullah SAW menganjurkan pada umatnya agar senantiasa menghormati Ibunya terlebih dahulu, kemudian ibunya, dan ibunya lagi, baru kemudian baru Ayahnya. Sungguh Islam sangat memberikan keteduhan pada hati setiap wanita, jika dilihat pada masa jahiliah mungkin patut bagi kita untuk bersyukur atas zaman ini, zaman dimana Islam sudah lahir ke dunia dan melindungi hak-hak para wanita.

Hal ini pula ditunjukkan dengan kedudukan wanita yang setara dengan laki-laki, tentunya kesetaraan ini tak membuat para wanita muslimah lantas berpikir untuk melawan laki-laki dan berkoar mengenai emansipasi wanita, kesetaraan ini justru mengangkat derajatnya bahwa dalam Islam wanita berhak mendapat perlindungan dan lainnya. Kesetaraan membuat laki-laki memahami hal-hal yang hanya dapat dilakukan oleh wanita. 
Saat ini kedudukan wanita sudah mendapatkan apresiasi, karena jika kita menoleh ke lembaran masa jahiliah seorang wanita tidak boleh mendapatkan warisan walaupun sekecil biji kurma. Namun dahsyatnya keajaiban Allah Swt. Melalui agama Islam ini wanita mendapat jatah hak waris sebagaimana lelaki, namun dalam kadar yang berbeda. Jika di zaman dahulu wanita sangat diperlakukan layaknya budak tak berharga atau hanya sebagai alat pelampiasan nafsu lelaki, namun saat ini kita dapat melihat secara langsung bagaimana perlakuan Islam terhadap wanita.

Allah SWT menganjurkan pada wanita agar senantiasa menutup auratnya. Aurat wanita itu ialah dari ujung kaki hingga ujung  kepala, terkecuali telapak tangan dan wajah. Hal ini sangat terbukti dengan jelas bahwa Agama Islam sangatlah menghargai sosok wanita, karena wanita itu berharga, wanita bagaikan kaca yang mudah rapuh dan hancur, sesekali kaca itu pecah dan hancur maka akan sulit menjadikan pecahan itu kembali utuh. Harga diri dan hati wanita pun demikian seperti pengibaratan itu.
Kebahagiaan bagi wanita adalah ketika ia merasa dihargai, dilindungi, diberi pengertian, dan hal ini tertuang dengan jelas dalam kedudukan wanita dalam Islam. Sungguh makhluk yang diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok ini sangat mulia seperti mutiara, karena sebaik-baik perhiasan dunia adalah seorang wanita yang shalihah. Seorang istri yang shalihah adalah dambaan setiap laki-laki.
Baca Juga >>> Menemukan Cinta Sejati

Namun dewasa ini banyak wanita yang merendahkan dirinya sendiri, entah dari perilaku, sikap ataupun pakaiannya. Contohnya saja mereka tak ingin dipandang rendah oleh para lelaki yang memandanginya dengan hawa nafsu, namun ia sendiri yang memperlihatkan bagian tubuh indahnya kepada khalayak. Seorang tamu tak akan masuk kerumah begitu saja jika tuan rumahnya tak membukakan pintu. Ia tak ingin dipandang rendah sebagai pelampiasan nafsu mata para lelaki, namun ia sendiri yang mengundang mereka untuk melihatnya.
Begitulah sedikit penjelasan bagaimana kedudukan seorang wanita yang harus dihormati sebagaimana yang telah dijelaskan. Apalagi jika ia telah menjadi seorang ibu dimana ia membesarkan, mengajarkan dan merawat buah hatinya dengan seluruh jiwa raga. Dijaman ini juga telah ada emansipasi wanita dimana wanita juga berhak melakukan apa yang lelaki lakukan, namun tak melewati kodratnya. Sekian artikel tentang “Kedudukan Wanita Dalam Islam”, semoga memberikan manfaat atau sedikit membukan pemikiran kita mengenai wanita yang dipandang rendah.
Previous
Next Post »
Terima Kasih Atas Komentarnya