Tata Cara Donor ASI Bagi Wanita Menyusui

Donor ASI

Tata Cara Donor ASI Bagi Wanita Menyusui


kisaHidup.com - Menyusui merupakan hal yang paling menyenangkan bagi setiap ibu. Apalagi kalau ASI nya lancar dan mengalir deras. Rasanya kok sayang banget kalau ASI (air susu ibu) terbuang percuma setelah anak kenyang menyusu. Zaman sekarang ada yang namanya donor ASI. Yaitu memerah ASI kita dan didonorkan kepada bayi-bayi yang membutuhkan.
Menurut data WHO (World Health Organization), ada jutaan bayi yang lahir dengan berat badan kurang atau rendah. Dan hal ini dapat menyebabkan kematian. Nah, donor ASI ini bisa menjadi solusi yang sangat baik untuk menekan angka kematian pada bayi. Bayi yang mengalami malnutrisi akan tertolong dengan adanya donor ASI ini. karena berbagai kandungan yang terdapat pada ASI akan memperbaiki kesehatannya.


Tapi tentu saja tidak setiap wanita yang sedang menyusui bisa mendonorkan ASI dengan mudah. Harus ada serangkaian tes dan uji lab yang membuktikan kesehatan si ibu serta seberapa higienis ASI yang didonorkan tersebut. Dan tidak semua bayi boleh menerima donor ASI, misalnya untuk bayi-bayi yang sedang sakit. Tidak boleh menerima donor ASI.
Sebenarnya, memberikan ASI atau susu formula merupakan pilihan setiap ibu. Tapi dibandingkan dengan susu formula, ASI memiliki kandungan yang lebih baik bahkan bisa mengurangi risiko gangguan saluran cerna, gangguan usus parah, dan infeksi di awal kelahiran bayi. Mari kita lihat syarat apa saja yang harus dilakukan oleh wanita menyusuiyang ingin mendonorkan ASI-nya.

Syarat Donor ASI Pada Wanita Menyusui

1.      Tes darah adalah hal yang paling pertama harus dilakukan. Bahkan wajib dilakukan. Karena Ibu menyusui yang ingin mendonorkan ASI-nya harus dalam keadaan sehat. Tes darah ini akan menunjukkan sehat atau tidaknya si Ibu. Karena akan sangat berbahaya jika Ibu menyusui ini merasa sehat tapi setelah tes darah ternyata terdeteksi penyakit.

2.      Tidak sedang mengkonsumsi obat-obatan tertentu dengan teratur. Kecuali obat-obatan yang memang diperbolehkan dokter. Misalnya saja pil KB yang mengandung kadar estrogen rendah atau insulin. Jenis obat-obatan lainnya yang diperbolehkan bisa anda konsultasikan lagi dengan dokter.

3.      Karena kegiatan mendonorkan ASI ini harus berhubungan dengan bayi dan aktifitas menyusui, maka syarat berikutnya yaitu wanita yang akan mendonorkan ASInya harus sedang menyusui bayi di bawah 6 bulan. Kenapa? Karena saat bayi di usia 6 bulan, produksi ASI di tubuh si Ibu sedang sangat produktif dan memiliki jumlah yang berlimpah.

4.      Syarat terakhir yang harus dipenuhi yaitu tidak memerah ASI dahulu ketika Ibu menyusui sedang mengalami flu atau terkena pilek. Tunggu sampai pilek anda sembuh, baru anda boleh memerah ASI kembali dan mendonorkan ASI lagi. Karena kesehatan anda juga akan sangat berpengaruh pada kualitas ASI.

 


Persyaratan Khusus Dalam Mendonorkan ASI Untuk Wanita Menyusui
1.      Kesepakatan kedua belah pihak. Misalnya Ibu si bayi yang akan menerima donor tidak dapat memberi ASInya secara langsung pada bayinya. Jadi dia meminta anda mendonorkan ASInya atau memang sengaja mencari pendonor ASI.

2.      Identitas anda sebagai pendonor harus diketahui secara jelas. Nama, alamat lengkap, agama, asal daerah, dan lain sebagainya. Keluarga bayi yang akan menerima donor harus mengetahui itu. Agar kedua belah pihak sama-sama diuntungkan.

3.      ASI yang akan anda donorkan diberikan secara cuma-cuma, tidak boleh diperjualbelikan.

Baca Juga >>> Kado Terindah untuk Ibu

Praktik donor ASI ini terbilang sudah semakin banyak dan berkembang di Indonesia. Dengan adanya sosial media, pencarian pendonor dan juga penemuan bayi yang akan diberi donor ASI memang cukup memudahkan. Tapi konsepnya ternyata masih sederhana dibanding di luar negeri sana. Di luar negeri bahkan sudah ada Bank ASI yang prosedur dan persyaratannya pun sangat ketat.
Hal itu dilakukan untuk menjaga keamanan ASI yang akan didonorkan agar kandungan di dalamnya tidak berkurang dan masih aman untuk bayi. Sedangkan di negara kita ini, praktik pendonoran ini masih tergantung pada tingkat kesepakatan kedua belah pihak dengan modal kepercayaan saja. Sedangkan pendonoran ini tidak dapat dilakukan dengan sembarangan.
Lalu, bagaimana caranya menjaga kualitas ASI wanita menyusui dan tingkat keamanannya? Pendonor ASI harus diberi pelatihan khusus dalam memerah ASI dan menjaga kebersihan payudara saat sedang memerah ASI. Langkahnya yaitu cuci tangan dengan sabun lalu keringkan tangan memakai handuk kering dan bersih sebelum mulai memerah. Pilihlah tempat yang bersih dan higienis saat memerah ASI. Jika anda memerah ASI menggunakan pompa maka pilihlah jenis pompa yang bagian pemerahnya mudah untuk dibersihkan.

Setelah selesai memerah ASI, jangan lupa untuk menyimpannya di tempat tertutup. Bisa plastik khusus, botol berbahan kaca atau bisa juga memakai botol bayi berbentuk gelas.Nah, untuk para wanita menyusui. Apakah sudah siap mendonorkan ASI? Pertolongan anda akan membantu banyak nyawa bayi yang membutuhkan ASI. Selamat mencoba dan semoga memberikan manfaat.
Sekian artikel tentang “Tata Cara Donor ASI Bagi Wanita Menyusui”. Semoga pembahasan ini bisa bermanfaat untuk kalian yang ingin mendonorkan ASI, namun belum mengetahui tata caranya. Terima kasih sudah berkunjung, see you on next article...
Previous
Next Post »
Terima Kasih Atas Komentarnya