Cinta Online – Kisah Hidup si Bona part 2

Cinta Online – Kisah Hidup si Bona

kisaHidup.com - Cinta bisa berasal darimana saja, tak perlu bertatap muka dan berpergian bersama. Hanya cukup dengan saling menyapa, hangatnya cinta pasti terasa. Cinta bukan hanya melihat fisik semata, hatilah yang berkata apa dia orang yang tepat untuk kita. Terkadang cinta datang disaat yang tidak tepat dan pergi begitu saja.
Melanjutkan kisahku yang kemarin, meskipun pernyampaian dalam artikel “Perkenalan - Kisah Hidup si Bona” terbilang singkat, padat dan tidak jelas. Namun pada artikel kali ini aku mau membawa kalian kedunia asmaraku yang baru-baru ini kurasakan. Jatuh cinta atau apalah namanya, pada orang yang tak kuduga.
Awalnya kukenal dia disosial media, instagram. Namanya adalah Nisa (gak pake Sabyan). Kebetulan aku baru mengikuti nya (Following), kusapa hangat dengan bumbu canda didalamnya. Ia meresponnya dengan hangat pula, tak seperti wanita lain yang juteknya hingga ke DNA. Yang hanya sekedar membaca sapaanku, bahkan adapula yang menghiraukannya begitu saja. Apakah sakit? Ya, itu cukup membuatku geram dengan mereka yang terlalu sok dengan hidup mereka, merasa menjadi orang penting yang punya banyak chat dari orang lain. Entah mungkin karena mereka benar-benar sibuk dan tak ada waktu untuk membalasnya atau justru mungkin karena memang mereka memiliki sifat yang tak ingin kenal dengan orang baru yang menyapanya melalui Direct Messenger.
Hanya dialah seorang yang menyapaku dengan hangat, tak terlihat namun sangat terasa. Percakapan diawali dengan basa-basi yang bisa dibilang cukup berkesan. Tak lama percakapan itu menjadi serius, dimana kita saling mengulik informasi satu sama lain. Yah sewajarnya aja, seperti tinggal dimana, kamu anak keberapa, nama lengkapnya apa, usianya berapa, semalam berbuat apa. yah pertanyaan standar yang umumnya ditanyakan.
Baca artikel lain >>> Menemukan Cinta Sejati

Cinta Online – Kisah Hidup si Bona

 

Perasaan Cinta Mulai Muncul

Tak lama berselang, aku minta nomer WA-nya (Whatsapp) untuk lebih leluasa dalam bertanya. Usianya memang sedikit lebih tua dibandingkan denganku, hanya terpaut satu tahun. Namun itulah salah satu daya tariknya dimataku. Wanita dengan pemikiran dewasa adalah salah satu kriteria yang aku sukai. Dia bisa berpikir lebih matang dibandingkan denganku yang masih kekanak-kanakan. Dia juga sudah bekerja disalah satu perusahaan yang ada di kota Bandung.
Percakapan yang sering terjadi pasti menimbulkan sesuatu, entah itu chemistry atau hubungan batin yang semakin dekat. Mungkin aku jatuh cinta padanya, atau hanya sekedar suka. Tak masalah bagiku jika aku benar-benar jatuh cinta padanya karena aku sudah bisa move on dengan yang lama. Seseorang yang kupercaya, tapi pergi begitu saja. Aku sudah siap membuka hatiku untuk wanita baru yang membawa warnanya tersendiri.
Baca artikel lain >>> Move on dari Mantan Terindah

Yang kusuka dari kedewasaannya adalah cara ia menjawab beberapa pertanyaanku tentang hubungan asmara. Tak hanya soal usia, kurasa dia juga lebih berpengalaman soal cinta jika dibandingkan denganku yang mengenal hal tentang cinta baru kemarin sore. Pertanyaanku hampir seluruhnya dijawabnya dengan bijak, hal ini membuatku tak segan untuk sekedar curhat kepadanya. Mempertanyakan sikap wanita yang mudah meninggalkan pria yang sayang dan cinta kepadanya. Namun pergi begitu saja tanpa berkabar.
Curhat kepadanya membuatku merasa nyaman akan kehadirannya, tapi apakah kehadiranku membuatnya merasa nyaman? Entahlah, yang pasti aku ingin mengutarakan perasaanku ini kepadanya. Aku takut semua terlambat hanya karena rasa gengsi atau malu yang menghambat. Terlalu cepat kah? Yap kurasa terlalu cepat untukku merasakan jatuh cinta, menurutku mungkin hampir seluruh lelaki lebih mudah jatuh cinta kepada wanita hanya dengan menilai beberapa hal. Berbeda dengan wanita, sulit merasakan jatuh cinta. Mungkin karena wanita lebih memainkan perasaannya dalam mencari lelaki yang sesuai dengan kriterianya.

Pernah kutanya kepadanya, “Pernahkah kamu merasakan jatuh cinta pada pandangan pertama?”. Gak pernah jawabnya. Dan dia menjabarkan kata-kata seperti ini “Menurutku ya, wanita itu butuh waktu untuk merasa jatuh cinta kepada seseorang. Gak baru liat atau baru kenal udah jatuh cinta. Yang ada mungkin nafsu semata, bukannya cinta.” Namun hal tersebut tak menyurutkanku untuk mengungkapkan apa yang kurasa, meskipun akhirnya dia berkata jika belum bisa menerimaku sebagai kekasihnya. Ia berkata jika ia belum merasa jatuh cinta kepadaku, masih merasa jika aku hanyalah seorang teman obrolan saja. Tak menyurutkan semangatku, hatinya pasti akan luluh jika kami terus bercakap. Aku hanya tinggal menunggu disaat ia butuh seseorang yang selalu ada untuknya dikala ia sedih dan juga senang.

Perdebatan kecil antara aku dan dia

Terkadang disela-sela percakapan, aku memberikan humor dan gombalan yang sewajarnya. Masalah humor, dia sangatlah suka. Namun saat aku menggombalinya, dia langsung merasa tak suka dan berkata “ish gombal mulu”. Yah entah kenapa dia tak suka digombali, mungkin sudah terlalu sering digombalin sama lelaki lain, makanya dia menolak.
Pernah kutanya padanya, “kenapa sih kok gak suka banget digombalin?”, lalu ia berkata “Gombal itu menandakan ketidakseriusan seorang lelaki, kata-kata gombal itu sering diucapkan oleh lelaki yang suka mainin perasaan wanita. Dan gombalan juga bisa mempengaruhi penilaian seorang wanita terhadap lelaki. Itu alasan kenapa aku gak suka di gombalin”.
Jika aku mengambil sudut pandang wanita sih memang benar sekali, gombalan hanyalah rayuan yang manis dikata-kata saja. Tapi jika boleh mengutarakan suara dari para lelaki, aku mau berkata “Kebanyakan emang lelaki menggunakan gombalan untuk mainin perasaan wanita. Tapi ada juga lelaki yang menggunakan gombalan untuk menarik perhatian si wanita agar lebih berkesan dalam percakapannya. Karena lelaki itu mau obrolannya gak basi, renyah ataupun garing. Dan terkadang gombalan digunakan oleh lelaki untuk memperlebar topik pembicaraan karena jika kalian mengetahui, sulit untuk mencari topik pembicaraan apalagi jika lawan bicaranya membalas dengan singkat padat jelas kaya oh... ya.. terserah.. seperti ingin menyudahi percakapan”. Setiap orang punya penilaian masing-masing, saling mengerti adalah cara terbaik untuk menghindari pertengkaran yang tidak perlu terjadi.
Memang pada dasarnya gombalan itu hanya perkataan basa-basi saja, tak semua yang dikatakan bisa dibuktikan. Mungkin hanya saja, terkadang wanita lebih menaruh perasaan lebih (baper) dari perkataan tersebut, dianggapnya serius. Bukan menyalahkan wanita manapun yang mudah terbawa perasaan, alangkah baiknya kalian bisa menyikapi perkataan lelaki dengan lebih bijak karena tak semua lelaki bisa memegang perkataannya.

Oh iya, lanjut kecerita... Beberapa waktu lalu akhirnya aku mengetahui kenapa ia  tak suka digombali dan belum bisa menerima cintaku. Terungkap semua masa lalunya yang cukup membuatku terkejut. Ia pernah disakiti oleh orang yang benar-benar ia cintai. Seorang lelaki yang ia percayai selama 3 tahun terakhir dan meninggalkannya begitu saja.
Untuk mengetahui kelanjutan kisahnya, tunggu artikel selanjutnya ya... “Rintihan Hati Seorang Wanita”
Previous
Next Post »
Terima Kasih Atas Komentarnya