Resiko Jadi Cowok Ganteng

Resiko Jadi Cowok Ganteng

Resiko Jadi Cowok Ganteng

kisaHidup.com - Jadi ganteng itu enak ya? Iya maksud gue enak aja gitu. Bangun pagi terus lihat kaca merasa kalau setiap cewek yang melihat wajahnya pasti terkesima. Rela melakukan apapun agar bisa melihat ketampanannya setiap pagi. Mereka berkata “Aduh rahim aku anget nih bang, abis liat kegantengannya”.  Gue baru tau keagresifan cewek ternyata ada yang separah itu setelah melihatnya langsung di twitter waktu pas hebohnya salah satu atlit bulutangkis Indonesia, cowok, yang buka baju di tengah lapangan setelah dia menjadi juara. Gue sebagai cowok merasa kalah agresif sama mereka.
Cowok ganteng itu selalu dipandang istimewa sama kebanyakan cewek. Mudah diajak berteman dan bahkan ada aja cewek yang mencari kesempatan untuk mendapatkan hatinya dengan cara berawal dari teman. Lumayan kata mereka, walaupun teman juga yang penting deket sama cowok ganteng. Diajak selfie juga enak, memperbagus fotonya. Lain halnya buat kita-kita, cowok yang kurang tampan, palingan diajak fotonya rame-rame, groupie, untuk mengurangi efek kejelekan dari kita.
Gak cuma diajak selfie, cowok ganteng juga enak diajak ngumpul bagi para cewek. Seperti halnya keinginan para lelaki yang berharap bisa kumpul bareng sama cewek-cewek cantik. Adanya mereka itu untuk penyejuk mata dan hati. Menghilangkan kepanasan di siang hari dan penerang di kala gelap. Apalah itu, kayanya terlalu berlebihan ya. Muehehe...



Gue punya temen cowok yang ganteng, namanya Khevin. Bukan berarti gue suka sama cowok ya, gue sama temen lain sepakat jika taraf kegantengan di tempat kami itu paling tinggi adalah dia. Kulitnya putih, tingginya hampir dua meter dan orangnya sangat friendly, terutama sama orang baru. Dia pernah bilang kalau banyak cewek yang ngejar dia, sebenarnya udah gak heran sih kalau cowok kaya dia banyak yang ngejar, dari yang agresif biasa kaya nge-chat duluan sampai yang ekstrim, ngirim foto panas.
Fotonya bukan kebakar ya, bukan juga foto kebakaran. Panas yang mengundang syahwat atau nafsu. Katanya sih bukan hanya satu dua cewek yang pernah kaya gitu. Gue bingungnya itu cewek ngumbar aurat buat apa ya, biar temen gue nafsu terus ngajakin skidipapap dan ujung-ujungnya hamil gitu?. Emang udah yakin kalau dia bakal tanggung jawab?. Belum tentu, kasihan calon suaminya kelak, tubuh istrinya diumbar kemana-mana. Udah gitu pasti ke share di internet dan jadi koleksi para kaum penyabun.
Menjadi ganteng itu juga sebenarnya sebuah cobaan, gimana kita bisa memanfaatkan hal itu sebaik mungkin, bukan sebanyak mungkin dengan mengambil kesempatan untuk mendapatkan kehormatan wanita. Bergonta-ganti pasangan, seolah-olah hanya kaulah orang yang mampu menakhlukan semua hati wanita.

Ketidakenakan menjadi ganteng

Soal asmara di kala muda memang jagonya, akan tetapi jika sudah beranjak dewasa, cowok ganteng bukanlah pilihan utama. Para wanita lebih mengetahui siapa calon suaminya yang cocok untuk dinikahinya kelak karena kebanyakan cowok ganteng sudah dicap sebagai playboy. Mereka mencari lelaki yang bukan hanya dilihat dari tampangnya saja, masih ada segi lain yang harus dipertimbangkan seperti kekayaan, kenyamanan dan kebahagiaan. Soal kekayaan, lelaki tampan masih bisa mencarinya, akan tetapi kenyamanan dan kebahagiaan, itu belum pasti. Wanita yang mendapatkan lelaki tampan itu jauh lebih was-was karena entah karena godaan dari luar ataupun iman suami yang kurang kuat. Cowok ganteng pasti banyak yang berminat, meskipun sudah punya sangkarnya sendiri dan cewek akan lebih tertantang jika bisa mendapatkannya. Makanya ada sebutan pelakor “Perebut Laki Orang”.
Cowok jelek kalah sama cowok ganteng dan cowok ganteng bisa kalah sama cowok humoris, tapi cowok ganteng dan humoris bisa mengalahkan semuanya. Cowok humoris itu lebih spesial karena bisa memberikan kenyamanan dan kebahagiaan. Cewek dewasa akan mengenyampingkan fisik dari pasangannya dan lebih memilih kenyamanan.

Lelaki humoris walaupun badan cuma segaris

Kegantengan itu ada yang udah dari sananya, ada juga yang karena perawatan, dan gue bukan salah satunya. Gue hanyalah seorang manusia yang tak sempurna dan kadang salah, Namun dihatimu hanya satu, cinta untukmu, luar biasa. *Loh kok malah nyanyi lagunya Yovie and Nuno – Manusia Biasa. Ya pokoknya gue cuma cowok biasa yang kurang menonjol diantara yang lain. Kalau main petak umpet paling jago, karena mereka gak pernah nemuin gue. Entah karena gue emang jago atau mereka emang gak sadar kalau gue ikut main.
Badan gue kurus, tapi gak kering. Sebenarnya dengan tinggi badan yang mencapai 170 cm ini, berat badan gue bisa ideal kalau tubuh gue tingginya enggk segitu, jadinya keliatan kaya cungkring. Tapi gue adalah cowok humoris yang bisa jadi romantis meskipun badan gue cuma segaris. Cowok yang bisa membuat kenyamanan dan kebahagiaan, kata temen sih. Eh gue kok jadi promosi gini sih.
Ya pokoknya inti dari pembahasan gue kali ini, meskipun elu, yang lagi baca tulisan ini, gak cakep-cakep amat, masih banyak hal yang bisa ditonjolin dari diri kita. Jangan putus asa dalam mencari cinta, karena cinta itu perlu di cari dan di kejar, bukan ditunggu tanpa adanya usaha dengan berkata jika Tuhan akan datangkan jodohku kelak tapi elu sendiri gk mau berusaha untuk mendapatkannya. Setidaknya buka hati untuk siapapun, tapi jangan biarkan mereka merusaknya. Cukup lihat keseriusan mereka dan pilih dengan bijak siapa yang berhak untuk tinggal dan siapa yang pantas untuk ditinggal.
Previous
Next Post »
Terima Kasih Atas Komentarnya