Momen Indah Saat di Kereta

Momen Indah Saat di Kereta

Momen Indah Saat di Kereta

Kisahidup.com - Setelah dapet bagian di kampus D gunadarma, kini gue mulai sering menggunakan kendaraan umum, lebih tepatnya krl Commuter Line. Kendaraan sejuta umat yang menjadi andalan bagi masyarakat yang tinggal di daerah jabodetabek. Kereta commuter line yang sekarang sangat jauh berbeda dibandingkan jaman gue masih duduk dibangku sekolah dasar. Dimana pada jaman itu pintu keretanya pada kebuka, emang udah pada rusak, khususnya kereta ekonomi, yang tertutup cuma kereta ekspres yang rute krl nya dari Bogor-Jakarta tanpa berhenti.
Penumpangnya juga dulu pada liar semua, ada yang gelantungan dipintu, naik diatas atap bahkan sampe disambungan kereta, karena kejadian itu banyak kasus yang mati saat naik krl (kereta rel listrik). Kecelakaan seperti jatuh dari kereta juga udah jadi hal biasa, sampe mati kesetrum listrik tegangan tinggi diatap kereta juga udah jadi berita keseharian.
Dulu pemerintah menanganinya dengan cara bikin palang diatas biar para penumpang gak ada yang naik keatap. Gak hanya itu, semprotan cairan saat sebelum sampai distasiun juga pernah digunakan dan yang paling simple itu diberi peringatan tegangan tinggi. Sayangnya cara seperti itu bukanlah solusi yang tepat karena para penumpang krl memang harus naik kereta, soalnya pada  saat itu kereta jarang banget dan lama selang waktunya untuk ditunggu. Mereka yang berangkat pagi harus desak-desakan biar bisa ikut, kalau gak muat didalem, ya dimana aja, asal bisa kebawa. Percuma dilarang bahkan dikenakan sanksi, toh karena memang mereka semua butuh krl tersebut agar cepat sampai.


Perubahan Krl Jabodetabek menjadi Commuter Line

Dan mulai beberapa tahun belakangan ini, pemerintah benar-benar punya solusi tepat untuk menanganinya dimana jalur krl jabodetabek udah gak ada kelas lagi, yang dulu ada ekonomi, ekonomi ac dan pakuan ekspres, sekarang dijadiin satu menjadi kereta commuter line. Yang dulu selang waktu dari satu kereta dengan kereta lain sampe sejam bahkan lebih, sekarang 5-10 menit sudah ada lagi. Jadi gak ada pemaksaan untuk ikut kereta yang penuh karena kereta selanjutnya masih ada dan gak terlalu lama untuk ditunggu. Untuk harga tiket kereta nya pun tak mahal, hanya 3000 rupiah untuk 25 km pertama ketujuan, 10 km berikutnya dikenakan tambahan 1000 rupiah dan jika dari bogor ingin ke jakarta, tarif krl commuter line hanya 6000 rupiah.
Sistem pembelian tiketnya juga sudah beragam, bisa manual dan juga bisa dengan vending machine. Dari tiketnya juga beragam, ada Tiket Harian Berjamin (THB) yang berisi uang jaminan seharga 10rb rupiah dengan batas pemakaian dan penukaran hingga 7 hari. Ada juga Kartu Multi Trip (KMT) , kartu yang bisa digunakan tanpa batas dengan cara top-up untuk pengisian ulang.
Dikarenakan maraknya kejadian pelecehan seksual pada wanita, pihak commuter line memberikan fasilitas gerbong wanita disetiap ujung kereta. Dan juga disediakannya tempat duduk prioritas yang diperuntukkan lansia, ibu hamil, ibu membawa anak dan penyandang disabilitas.
Momen Indah Saat di Kereta

Sekarang juga lebih bersih lingkungan disetiap stasiun dan di dalam keretanya karena para pedangan dilarang untuk berjualan didalam kereta atau didalam stasiun. Mungkin pas penggusurannya terlihat tak berperikemanusiaan dimana mereka para pedagang niat untuk mencari nafkah tapi dilarang oleh pemerintah. Namun sekarang terlihat dampaknya, pengorbanan besar memang menghasilkan kemenangan yang besar pula. Lingkungan menjadi bersih, nyaman dan kondusif.
Itu sedikit cerita tentang masa lalu krl jabodetabek yang pernah gue alami. Perubahan yang besar untuk transportasi Indonesia khususnya area jakarta dan sekitarnya. Sekarang juga para pengguna kendaraan pribadi menjadi turun dibandingkan sebelumnya, karena pemerintah berhasil meyakinkan jika kendaraan umum seperti commuter line layak untuk digunakan, nyaman dan juga aman.

Pengalaman Awkward selama naik krl Commuter Line

Selama naik krl commuter line, gue merasakan banyak hal dan pengalaman yang baru gue rasakan. Salah satunya pengalaman awkward (konyol) didalam kereta dimana pada saat itu gue baru pulang kuliah, naik dari pondok cina kearah stasiun citayem. Pada saat itu sudah menjadi hal biasa kalau pagi kearah jakarta pasti penuh, begitupun ketika jam pulang saat sore hari, kearah bogor yang selalu penuh. Saat itu gue diri didekat pintu kereta, tepat didepan gue ada seorang wanita yang sedang main hape. Gue liat dia lagi chatingan sama seorang cowo, gue tau karena dari namanya, tapi entah itu pacarnya atau bukan. Gue perhatiin dia selama chatingan, gak lama dia mau pap (post a picture) gambar didalam kereta kecowonya itu. Dia arahin hpnya kearah depan pintu, sontak gue berpikir “ah segitunya, pake pap foto kereta segala”. Saat gue masih merhatiin hpnya, tiba-tiba dia ganti (switch) kameranya kearah depan, sontak gue kaget karena muka gue ada dikameranya dengan mata tajam melihat layar hapenya, “what the....”.
Seketika gue memalingkan muka kearah kiri dan pura-pura gak tau, gue berusaha untuk tetap tenang dan berpikir positif, “anggap aja lu gak tau, trus tiba-tiba gak sengaja liat hapenya”. Tapi hati kecil lainnya berkata “kan lu udah liat semua chat dia coeg”. Asem emang, malu banget gue kalau saat itu mbak nya negur gue dan berkata “lihat apa mas?”. Masa gue jawab, “liat mbaknya lagi chatingan sama mas-nya, hehe..”. Kalau diinget lagi, gue selalu ketawa dan berkata betapa bodohnya gue terus bayangin gimana perasaan si mbak pas liat muka gue dihapenya.


Ada satu lagi cerita yang gue dapet dari perjalanan di krl commuter line. Pada saat itu gue berangkat kuliah, sekitar jam 9 pagi. Ada dua orang laki-laki yang baru kenal dikereta itu karena salah satu cowo menyapa dan menanyakan tujuan dari cowo satunya lagi, basa-basi yang udah basi saat ada dikendaraan umum. Sudah ngobrol gitu, mereka diam dan salah satu cowo yang menyapa berkata “duluan ya mas”, itu wajar sih kalau lu langsung turun dari kereta, tapi kan saat itu kereta masih jalan dan tujuan dari stasiun berikutnya belum diumumin, (biasanya sebelum sampai distasiun berikutnya bakalan diumumin kalau kereta akan sampai). Loh mas, lu mau langsung turun? Pas kereta lagi jalan? Gue sih berharap itu terjadi, dia buka pintu secara paksa dan langsung turun, sebelumnya berkata “mas duluan ya”.
Lucu aja, lu masih ada dikereta yang berjalan terus liat ada dua cowo yang saling ngobrol secara canggung dan berkata “duluan mas” padahal mereka gak gerak sama sekali. Kalau yang ngomong gitu langsung jalan mah biasa, ini mah masih disitu.
Pengalaman yang menarik, tapi bukan cuma itu aja sih. Dari digodain anak SMA, sampe ada kejadian senonoh juga pernah gue temui di commuter line.

Yap begitu aja tentang Momen Indah Saat di Kereta, merasakan bagaimana perkembangan salah satu transportasi andalan warga jakarta dan sekitarnya. Mungkin penumpang lain lebih banyak merasakan pengalaman tak terduga dibandingkan gue. Apa lu salah satu penumpang krl commuter line juga? Yuk bagi cerita kalian di kolom komentar di bawah agar yang lain juga tau bagaimana asiknya naik krl commuter line.
Oh iya, untuk mbak yang hapenya gue liatin terus, maaf ya mbak soal kekepoan gue yang keterlaluan. Gue berharap mbaknya bisa memaklumi dan jika kita bertemu lagi di satu gerbong, jangan nyapa gue dengan pertanyaan “mas yang kepoin hape saya waktu itu ya?”.
Previous
Next Post »
Terima Kasih Atas Komentarnya