Aku Mencintai Kamu Yang Mencintai Dia

Aku Mencintai Kamu Yang Mencintai Dia

Aku Mencintai Kamu Yang Mencintai Dia

kisaHidup.com - Sapaan Hai. Hei. Hello. menjadi awal pembuka gerbang pintu percakapan kita. Sejak awal, aku sudah merasa jika kau berbeda dengan wanita lain. Kamu mampu mengimbangi imajinasiku. Mampu membuatku berpikir jika aku bukanlah satu satunya spesies yang memiliki imajinasi aneh. Kamu mampu memahami perkataanku yang terkadang temanku sendiri pun tak dapat mengerti.
Mungkin semua ini karena hobi kita sama. Aku dan kamu yang suka membaca buku membuat kita saling terkoneksi. Kita yang hidup dilingkungan dengan orang-orang yang kurang peduli akan membaca membuat kita menjadi kaum minoritas. Tak dapat membahas buku apa yang sedang bestseller, buku apa saja yang baru keluar dan semua pembahas tentang buku yang tak dapat didiskusikan dengan teman-teman dilingkungan sekitar.
Memiliki hobi yang sama membuat topik pembicaraan kita semakin lebar, ditambah dengan imajinasi yang saling melengkapi. Kurasa kaulah orang yang kucari selama ini dan kukira akulah orang yang kau tunggu selama ini.
Ya, kamu berbeda, mulai dari keramahanmu yang kusuka, meskipun aku bukanlah lelaki pertama yang menyapa. Tak seperti wanita lain yang sok jual mahal dan mengeluh sulitnya mendapatkan jodoh. Bagaimana bisa mengenal lebih jauh, jika mendekatinya saja tak boleh. Perempuan sepertimu patut diberikan apresiasi atas keramahan dan kehangatan yang kau beri.


Perasaan ini tumbuh seiring waktu kedekatanku padamu, bibit cinta mulai muncul ketika kau mulai terbuka untuk menceritakan hal menarik tentangmu. Cara pandangmu terhadap suatu masalah, pemikiran dewasamu dan kelucuan tingkah lakumu yang meluruhkan hari-hari beratku.
Aku senang ketika membaca semua curahan hatimu dan bisa membantumu dalam menyelesaikan masalah yang kau alami. Bahkan aku tak peduli jika kau menceritakan ketertarikanmu dengannya. Namun semakin lama kau menceritakan ketertarikanmu dengannya membuatku mulai gundah, hati ini merasa risih.
Kamu mencintai dia, padahal hatinya telah terisi. Kau berkata jika mencintai seorang diri itu menyenangkan, karena dia tak berhak mengatur perasaan kita. Padahal aku juga merasakan hal yang sama padamu. Namun pemikiran kita kali ini berbeda, mencintai seorang diri itu tak pernah ada nikmatnya, kita hanya merasakannya sendiri. Apa bedanya dengan jatuh cinta pada diri sendiri. Hanya Tuhan dan diri sendirilah yang tahu. Ketika dia jalan bersama orang lain, kita bisa apa, cemburu bukanlah hak kita.
Pada akhirnya aku tak ingin kamu merasakan hal yang kurasakan. Aku memaksamu untuk mengungkapkan apa yang kamu rasakan kedia. Dan cara tersebut berhasil untukmu, meskipun dengan terpaksa, kau mengungkapkannya sendiri tentang perasaanmu kepadanya. Dan akhirnya kamu berhasil mengungkapkan dan mendapatkan perhatiannya meskipun aku tak tau bagaimana kelanjutannya. Sementara aku, tak bisa berbuat apa-apa. Aku hanya bisa memotivasi orang lain, tak bisa memotivasi diriku sendiri. Kau jalan bersamanya pun aku tak punya hak untuk cemburu.
Lucu yah, cemburu yang menyedihkan itu, cemburu pada seseorang yang tak peduli dengan perasaan kita. Mau marah dan cemburu tapi tak bisa, ya karena aku bukan siapa-siapanya kamu. Cuma bisa cie-cie aja, padahal artinya cause i’m envy (karena aku cemburu).


Aku Bukan Menyerah, Aku Hanya Tau Kapan Harus Berhenti

Nyatanya cinta itu rumit, setelah beberapa kali kumenjalani bagaimana rasanya merajut asmara. Dari semua itu, hanya jatuh cinta padamu lah yang paling konyol. Bagaimana mungkin aku mencintai seseorang yang sedang mencintai orang lain. Bodohnya, dia yang kamu tunggu juga telah memiliki tambatan hati. Pernah kuberkata kepadamu untuk mengikhlaskan cintamu padanya karena kenyataanya hati dia telah memiliki tempat untuk berpulang. Anehnya, perkataanku padamu seolah-olah itu juga untukku, ikhlaskan cintamu padanya karena nyatanya hati dia telah ditempati oleh orang lain.
Sial, aku tak tau harus berbuat apa. Cinta yang kupikir masih mendasar ini, kini semakin lama semakin melebar. Perlukah ku pergi untuk selamanya agar kau mengerti jika aku pernah berjuang.
Qoutes Cinta

Ya benar, aku memang egois, ingin memiliki hatimu seutuhnya. Aku hanya tak ingin ada kata dia diantara aku dan kamu. Sejujurnya aku benci mencintai seseorang yang telah mencintai orang lain. Apa kau tak menyadarinya, Aku mencintaimu seperti derasnya hujan. Meskipun jatuh berkali-kali, aku pasti akan kembali untuk membasahi. Namun nyatanya deras hujan kau hindari. Memang kau menyukai hujan, tapi rupanya kau takut kehujanan, dengan alasan karena bisa membuatmu sakit.
Apakah kau tau, jika setiap malam aku selalu menunggu balasan chat darimu. Hingga kusadari, larut malam telah menghampiri. Namun tidur tak akan membuat mimpiku untuk memilikimu seutuhnya menjadi kenyataan.
Kiranya aku telah menemukan belahan jiwaku. Namun nyatanya kamu tak berbeda dari yang sebelumnya, hanya akan menjadi masa laluku. Yang aku bingung dari perasaan ini ialah, bagaimana bisa aku merasa kehilangan, padahal aku tak pernah memilikimu. Kau tak mengijinkanku untuk mencintaimu lebih jauh.
Dan kau menyinggungnya dengan perkataan, “aneh, belum cinta tapi takut kehilangan”. Padahal kau tak menyadari, perasaan takut kehilangan itu muncul karena aku telah merasakan cinta. Namun kau tak sadar akan datangnya cinta itu.
Bagaimana bisa aku merindukan seseorang yang belum pernah kutemui secara langsung. Aku rindu akan balasan chatmu yang unik, aku rindu ketika imajinasi aneh kita keluar untuk saling melengkapi, dan aku rindu bagaimana caramu membuka aibku sendiri tanpa kusadari. Jika rindu itu pahala, maka surgalah tempat kuberada. Terlalu banyak rindu yang kurasakan, walaupun sebenarnya ini sangat menyakitkan karena rinduku tak pernah terlampiaskan.
Pernah terpintas di benakku, kenapa kita harus saling berkenalan jika pada akhirnya kita akan saling melupakan. Dari asing kembali menjadi asing.
Dan pada akhirnya, tersenyum adalah caraku untuk menutupi semua masalah pelik yang pernah kualami hingga kini. Aku selalu mencoba untuk jujur, kecuali satu, tentang perasaanku. Jika ada yang bertanya aku sedang sibuk apa, kan kujawab selalu, sedang sibuk melupakan seseorang yang telah membuatku sibuk untuk memikirkannya.



Terima Kasih telah Mengajarkanku Banyak Hal  

Setelah semua yang kulalui, jika diberi kesempatan untuk kembali kemasa lalu, aku tak akan memperbaiki apa pun. Tak akan merubah perasaan cintaku padamu. Tak akan menjauh darimu, karena tak akan ada pribadiku yang sekarang jika tak ada masa lalu yang telah kulalui hingga saat ini. Pribadi yang mampu mengikhlaskan seseorang, pribadi yang mampu tersenyum dan membuat senyuman meskipun saat terluka dan pribadi yang mampu memberikan motivasi tentang kehidupan meskipun hidupnya sendiri kurang termotivasi.
Aku percaya setiap manusia yang masuk kedalam kehidupan seseorang pasti sedikit banyaknya membawa kontribusi untuk hidup orang lain. Meskipun terbilang singkat, banyak hal yang kau ajarkan padaku. Kau mengajarkanku untuk dapat berdiri kembali, dengan kata-kata “kamu baik-baik saja sebelum mengenalnya, jadi jangan merasa hancur ketika ditinggalkan olehnya, dia juga bukan oksigen jadi lanjutkanlah hidupmu” dan kau mengajarkanku bagaimana kembali mencintai meskipun hanya aku yang merasakannya seorang diri. Aku tahu sebenarnya tak sedikit pun niatmu untuk melukaiku, mungkin karena aku yang terlalu bodoh dan naif untuk mendapatkan balasan cinta darimu, padahal kau sendiri sedang mencintai orang lain meskipun ia telah menemukan tambatan hatinya. Hingga kusadari adakalanya cinta memang tak harus memiliki, untukmu dan untukku.
Baca juga >>> Cinta Tak Harus Memiliki

Next
This is the current newest page
Previous
Next Post »
Terima Kasih Atas Komentarnya